Feeds:
Posts
Comments

flu h1ni

Tanggal 26 Juni 2009 di Hotel Santhi Denpasar, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyelenggarakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh : Dinas Pariwisata, Dinas Peternakan, BTB , Kantor Kesehatah Pelabuhan (KKP), RS Sanglah, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Bali, Lab FK UNUD, dan DSO se Provinsi Bali.

Definisi kasus swine influenza (H1N1)/ flu meksiko :

1.   Suspek

    Seseorang dengan gejala infeksi pernapasan akut (demam > 380C) mulai dari yang ringan (influenza like Illnes) sampai  dengan Pnemonia, ditambah salah satu keadaan di bawah ini :

    • Dalam 7 hari sebelum sakit, pernah kontak dengan kasus konfirmasi swine influenza (H1N1) Flu Meksiko
    • Dalam 7 hari sebelum sakit  pernah bekunjung ke area yang terdapat satu atau lebih kasus konfirmasi Swine Influenza (H1N1)/Flu Meksiko.

    2.   Probabel

    Seseorang dengan gejala di atas disertai dengan hasil pemeriksaan laboratorium positif terhadap influenza A tetapi tidak dapat diketahui subtypenya dengan mennggunakan reagen influenza musiman

    atau

    Seseorang  yang meninggal karena penyakit infeksi saluran pernafasan akut yang tidak diketahui penyebabnya dan berhubungan secara epidemiologi (kontak dalam 7 hari sebelum onset) dengan kasus probable atau konfirmasi.

    3.    Konfirmasi

    Seseorang dengan gejala di atas sudah dikonfirmasi laboratorium swine influenza (H1N1)/flu meksiko dengan pemeriksaan satu atau lebih test  di bawah ini :

    • Real time RT PCR
    • Kulture virus
    • Peningkatan 4 kali antibody  spesifik swine influenza (H1N1)/Flu Meksiko dengan netralisasi tes

    Hasil Pertemuan :

    Pemaparan Kesiagaan Pandemi Influenza oleh Dr. Andi Muhadir, MPH, Direktur SEPIM-KESMA Depkes RI , Dinas Kesehatan Provinsi Bali  selaku penyelenggara pertemuan rapat koordinasi ini.

    Kesiapsiagaan Pandemi Influenza :

    Periodinasasi Pandemi Influenza

    1.  Periode Interpandemi

      Fase 1 (hanya pada binatang, risiko penularan ke manusia  kecil/rendah)

      Fase 2 (hanya pada binatang, risiko penularan ke manusia besar/tinggi)

      2.   Periode Waspada Pandemi

      Fase 3 (sudah ada kasus  pada manusia, tetapi tidak ada penularan antar manusia).

      Fase 4 (bukti terbatas penularan antar manusia, namun dalam kelompok kecil, virus masih belum adaptasi di

      manusia).

      Fase 5 (penularan antar manusia dalam kelompok yang lebih besar)

      3.   Periode Pandemi

      Fase 6 (fase pandemic, transmisi di populasi umum à penularan antar manusia sudah efektif)

      4.  Periode Post Pandemi

      Kembali ke fase interpandemi.

      Situasi di Indonesia

      1. Jumlah suspek : 41 orang
      2. Jumlah diamati : 86 orang
      3. Jumlah positip : 2 orang (Bali & Jakarta)

      Upaya Indonesia

      1. Penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan

        • Pemberlakuan Health Alert Card
        • Penerapan ratio practice
        • Kesiapan petugas dalam memantau penumpang yang dating
        • Pemasangan thermal scanner
        • Penyiapan alat pelindung diri (APD)
        • Penyiapan klinik di kantor kesehatan pelabuhan dengan obat dan perlengkapannya.
        • Penyiapan sarana rujukan bila diperlukan.

        2.   Logistik terutama obat dan APD

        • Penyediaan obat tamiflu dalam jumlah yang cukup
        • Pendistribusian sampai di tingkat puskesmas

        3.   Penyiapan Rumah Sakit

        • Kesiapan 100 rumah sakit rujukan
        • Ketersediaan obat
        • Ketersediaan ruang isolasi
        • Petugas kesehatan yang terampil
        • Prosedur diagnosis dan terapi

        4.   Penguatan surveilans epidemiologi

        • Mengintensifkan surveilans Influenza  Like Ilnes (ILI) di 20 puskesmas sentinel.
        • Mengintensifkan surveilans SARI di 15 Rumah Sakit Sentinel
        • Menambah lokasi sentinel ILI di 25  puskesmas baru
        • Surveilans Pneumonia dan SARI di sarana kesehatan (Puskesmas & Rumah Sakit)
        • Intensifikasi surveilans di pelabuhan laut dan udara, terutama pelabuhan/bandara  internasional

        5.   Penguatan Laboratorium

        • Mengintensifkan laboratorium regional
        • Pemenuhan reagensia

        6.   Komunikasi Edukasi dan Informasi (KIE)

        • Pembuatan spanduk di tempat-tempat umum
        • Pembuatan stiker/pamphlet/brosur dan media komunikasi
        • Melakukan jumpa press dan press  release secara berkala
        • Memberikan penjelasan ke masyarakat melalui berbagai media massa cetak dan elektronik.

        6 Langkah kesiapansiagaan Depkes :

        1. Mengumpiulkan data & kajian ilmiah tentang penyakit ini dari berbagai sumber.
        2. Berkoordinasi dengan WHO untuk memantau perkembangan
        3. Membuat surat edaran kewaspadaan dini
        4. Melakukan rapat koordinasi dengan para Kepala Kantor KKP di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan
        5. Berkoordinasi dengan badan Litbangkes untuk kemungkinan pemeriksaan specimen
        6. Berkoordinasi dengan Departemen Luar Negeri untuk merumuskan langkah-langkah tindakan penanggulangan.

        Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) Provinsi :

        1. Memberikan/meneruskan informasi-informasi kepada Dinas kesehatan Kabupaten/Kota.
        2. Menghimbau Dinas Kesehatan  Kabupaten/Kota untuk melaksanakan peningkatan surveilans Influenza Like Illnes dan Pnemonia DI Puskesmas dan Rumah Sakit serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
        3. Menghimbau Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk mencermati adanya klaster ILI, pneumonia dan kematian akibat Pnemonia yang tidak jelas penyebabnya.
        4. Berkoordinasi dengan kantor Kesehatan Pelabuhan setempat dalam mengantisipasi masuknya swine flu (Flu Meksiko) ke Indonesia
        5. Mulai mempersiapkan Posko KLB jika diperlukan sesuai dengan perkembangan penyebaran penyakit.
        6. Segera melaporkan kepada Posko KLB Ditjen PP & PL jika ditemukan kasus sesuai definisi kasus di atas.

        Sistem Kewaspadaan Dini Kantor Kesehatan Pelabuhan baik Udara maupun Laut :

        1. Segera mengaktifkan Thermal Scanner atau alat pendekatan suhu lainnya
        2. Segera mengaktifkan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan dalam rangka pemantauan kepada setiap penumpang yang dating dari luar negeri.
        3. Segera membagikan Health Alert Card  (HAC) untuk memaqntau penumpang terutama yang dating dari daerah terjangkit.
        4. Menyiapkan daftar nama penumpang terutama yang berasal atau pernah berkunjung ke Negara/area terjangkit dalam 7 hari terakhir  untuk kepentingan penyelidikan epidemiologi/pelacakan kasus dan pemantauan.

        Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) Kabupaten/Kota :

        1. Mewaspadai masuknya virus ke Indonesia  dengan meningkatkan kesiapsiagaan di pintu-pintu masuk Negara terutama pendatang dari Negara-negara yang sedang terjangkit.
        2. Mewaspadai semua kasus dengan gejala ILI & menelusuri riwayat kontak dengan binatang  (babi) atau orang yang baru dating dari Negara yang sedang terjangkit.
        3. Meningkatkan kegiatan surveilans terhadap ILI dan pneumonia serta melaporkan kasus kecurigaan  kea rah flu babi kepada posko KLB Dirjen PP & PL
        4. Memantau perkembangan kasus secara terus menerus melalui sarana yang memungkinkan.
        5. Meningkatkan koordinasi lintas program dan lintas sector serta menyebarluaskan informasi.

        What have been done ??

        1. ADB Meeting –à perumusan peran, tupoksi Dinkes, RS & KKP
        2. Membangun koordinasi dengan lintas program & lintas sector  (Dispar, BTB, Disnak, etc).
        3. Menindaklanjuti SE kepada  kabupaten/kota à puskesmas/private klinik.
        4. Membantu pelaksanaan tugas KKP dengan menyiagakan 21 orang tenaga medis, non medis PSC à fungsi surveilans dalam melakukan pengamatan, pengumpulan lembar HAC, analisis HAC.
        5. Meneruskan informasi/analisis HAC kepada seluruh kabupaten/kota.
        6. Mengembangkan jejaring koordinasi FB untuk tatalaksana kasus dan pengelolaan sampel kasus.
        7. Pemantauan aktif untuk passenger tertentu
        8. Distribusi  oseltamivir ke kabupaten/kota.

        Dukungan anggaran ???

        Peran Sektor :

        1.  PEMDA

        • Dukungan Sumberdaya
        • Koordinasi antar unit teknis
        • Pemberdayaan masyarakat

        2.  Swasta & Masyarakat

        • Deteksi kasus
        • Kecepatan laporan
        • Edukasi masyarakat
        • Dukungan sumberdaya

        Hambatan :

        1. Koordinasi sebagai hal yang mudah untuk diucapkan tetapi sulit dilaksanakan.
        2. Analisis Health Alert  Card (HAC)
        3. Penetapan diagnosis dokter sebagai criteria suspek à konsekuensi rujukan kasus ke rumah sakit rujukan.
        4. Manajemen hasil pemeriksaan sampel di Litbangkes Depkes RI ??

        INFLUENZA  A BARU (H1N1)

        Influenza A Baru adalah penyakit yang disebabkan oleh virus H1N1, yang ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita. Sampai saat ini telah terjadi dua (2) kasus influenza A Baru (H1N1) di Bali: satu (1) dinyatakan suspek dan satu (1) dinyatakan positif. Kedua penderita tersebut adalah Warga Negara Asing (WNA) yang berangkat dari Australia ke Bali.

        Langkah – Langkah yang diambil oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali adalah :

        1. Meningkatkan kewaspadaan di seluruh jajaran kesehatan terhadap penyakit influenza A Baru (H1N1).
        2. Menghimbau Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar meneruskan informasi terhadap penyakit influenza A Baru (H1N1) kepada rumah sakit dan puskesmas di wilayah kerja masing-masing.
        3. Menghimbau rumah sakit dan puskesmas untuk melaksanakan peningkatan surveilans Influenza Like Illnes dan Pneumonia serta mencermati adanya klaster surveilans Influenza Like Illnes dan Pneumonia dan kematian akibat Pneumonia yang tidak jelas penyebabnya.
        4. Mempersiapkan posko KLB di wilayah kerja masing-masing sesuai dengan perkembangan penyebaran penyakit jika diperlukan.
        5. Segera melaporkan kepada Dinas Kesehatan provinsi Bali c.q Bidang PP&PL jika ditemukan kasus influenza A Baru (H1N1).
        6. Melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan di Kabupaten/Kota dalam melaksanakan desinfeksi kandang babi.
        7. Meningkatkan aktifitas kesehatan di RSUP Sanglah sebagai pusat rujukan untuk penanganan penyakit influenza A baru (H1N1).
        8. Meningkatkan aktifitas fasilitas kesehatan di KKP Klas I Denpasar antara lain:
        • Mengaktifkan Thermal Scanner atau alat pendeteksi suhu lainnya dan body cleaning.
        • Mengaktifkan petugas kantor kesehatan pelabuhan dalam rangka pemantuan kepada setiap penumpang yang datang dari luar negeri.
        • Membagikan Health Alert Card (HAC) untuk memantau penumpang terutama yang datang dari daerah /area terjangkit.
        • Menyimpan daftar nama penumpang terutama yang berasal atau pernah berkunjung ke negara/area terjangkit dalam 7 hari terakhir untuk kepentingan penyelidikan epidemiologi/pelacakan kasus dan pemantauan.

        Himbauan Kepada Masyarakat

        Untuk mencegah penularan penyakit influeza A Baru (H1N1) masyarakat diharapkan:

        1. Senantiasa mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun dan mengeringkan dengan tisue atau lap bersih.
        2. Melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar.
        3. Apabila sakit dengan gejala influenza supaya memakai masker dan tidak berdekatan dengan anggota keluarga yang lain dan segera menghubungi petugas kesehatan.
        4. Menghindari bepergian bila sakit.

        flu-babi

        Tanggal 28 April 2009, kami Dinas Kesehatan Provinsi Bali melaksanakan rapat koordinasi untuk mengantisipasi pengendalian  penyakit Flu Babi serta termasuk penyakit menular lainnya seperti HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease) dan Flu Burung.

         Peserta  Pertemuan :

        Peserta yang hadir berasal dari lintas sektor dan lintas program yakni : Dinas Pariwisata, Dinas Peternakan, Balai Besar Veteriner, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Sanglah, RSUD Sanjiwani Gianyar, BRSU Tabanan, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Bali, Lab FK UNUD, UPTD BLK Provinsi Bali dan diliput juga oleh media massa.

        Hasil Pertemuan :

        • Dalam mengantisipasi kejadian penyakit-penyakit tersebut pihak KKP telah menyiagakan / memasang alat pendeteksi suhu tubuh (Thermal Scanner) di unit kedatangan internasional. Selain itu, penumpang dengan kondisi demam tinggi yang terdeteksi oleh thermal scanner akan melewati proses body cleaning.
        • RS Sanglah, BRSU Tabanan dan RSUD Sanjiwani Gianyar menyatakan kesiapsiagaannya dalam menerima rujukan kasus-kasus yang menjadi PHEIC (Public Health Emerging International Concern) dengan mempersiapkan ruang isolasi khusus dan fasilitas yang sesuai.
        • Jejaring surveilans epidemiologi Flu Burung yang telah dibangun dan melibatkan institusi laboratorium agar terus melaksanakan tugas dan fungsi serta mengembangkan ruang lingkup termasuk dalam penanganan Flu Babi.
        • Dinas kesehatan kabupaten/kota supaya  meningkatkan kewaspadaan dini terhadap kejadian penyakit-penyakit tersebut sesuai dengan protap yang telah ada dan secara kontinyu melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

        Semua unit pelayanan kesehatan agar melaksanakan surveilans ILI (Influenza Like Illness) seperti demam, batuk, pilek, lesu, sakit tenggorokan, nafas cepat dan sesak nafas. Bila menemukan kasus yang dicurigai agar ditatalaksana sesuai dengan prosedur dan menyiapkan berbagai logistik yang diperlukan.

        003

        SOSIALISASI FAKTOR RISIKO PENYAKIT KANKER

        Peserta pertemuan terdiri dari : Utusan RSUP Sanglah, utusan KKP, utusan Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, utusan Dinas Kesehatan Kota Denpasar, ketua Famale Cancer Program, pimpinan Puskesmas Denpasar Utara, pimpinan Puskesmas II Denpasar Selatan, pimpinan Puskesmas I Denpasar Timur, pimpinan Puskesmas I Denpasar Barat, utusan bidang Yandas, utusan Bidang Promkes, ketua Yayasan Kanker Indonesia Daerah Bali.

        Hasil pertemuan :

        Pemaparan hasil pelaksanaan system pemantauan kasus kanker pada wanita kelompok risiko di Provinsi Bali oleh Prof. Surya. Program Famale Cancer Programe (FCP) dimulai tahun 2007 hingga 2010 dengan area kegiatan meliputi,pelatihan,pelayanan dan penyuluhan kesehatan. Target pelatihan petugas kesehatan kesehatan : dokter sebanyak 858 orang, perawat 1.715 orang, bidan 1.715 orang dan tenaga penyuluhan/coordinator lapangan 143 orang di 9 kabupaten/kota. Hasil pelatihan yang telah dilaksanakan hingga kini (tahun 2009) adalah dokter 96 orang, perawat 191 orang, bidan 191 orang dan coordinator lapangan/PKM sebanyak 15 orang.

        Target sasaran disurvei sebanyak 1.000 orang dan penyuluhan 3.000 orang. Sedangkan untuk unit pelayanan Pap Smear di puskesmas dimasing-masing kabupaten/kota sebagai berikut :

        Jembrana 6 unit + 1 unit dari FCP

        Tabanan 2 unit + 1 unit dari FCP

        Buleleng 4 unit + 1 unit dari FCP

        Gianyar 1 unit + 1 unit dari FCP

        Bangli 1 unit

        Klungkung 1 unit

        Karangasem 1 unit

        Badung dan Denpasar belum melaksanakan

        Hasil sceening kasus kanker servik yang berhasil dideteksi sebanyak 6.945 orang dan positif sebanyak 290 orang (4,18 %). Treatment dengan kesembuan mencapai 98,6 %.

        Kanker di Indonesia :

        Data Globocan (IARC, WHO) :

        Urutan I : Kanker payudara (26/100.000 perempuan)

        Urutaan II : Kanker leher rahim (16/100.000 perempuan)

        Data badan registrasi kanker IAPI 1999 :

        Urutan I : Kanker leher rahim (17,7 %)

        Urutan II : Kanker payudara (12,2 %)

        Data SIRS 2005 :

        Urutan I : Kanker payudara (28,4 %)

        Urutan II : Kanker leher rahim (13 %)

        Faktor risiko kanker di Bali :

        Merokok : prevalensi 20,2 % ; tertinggi Jembrana (24,5 %), Tabanan (23,5 %), Klunkung (23,1)

        Kurang konsumsi buah dan sayur : Prevalensi 96,5% semua Kabupaten kurang makan buah dan sayur > 90%.

        Konsumsi alcohol (12 bulan terakhir) : prevalensi 6,4 %; tertinggi Karang Asem (10,7%), Buleleng (10,5 %)

        Kurang aktivitas fisik : Prevalensi : 22,3 %; tertinggi : Denpasar (43,1%), Buleleng (28,2 %)

        Berat badan berlebih : Prevalensi 9,5 %; tetinggi : Denpasar (11,7%), Gianyar (10,9 %), Tabanan (10,6%)

        Obesitas : Prevalensi 9,8%; tertinggi : Denpasar (15,2 %), Tabanan (12,6%)

        Konsumsi makanan berisiko : Makanan berlemak :dengan Prevalensi 15,4 %; tertinggi : Denpasar (27,1%), Bangli (21,9%), Klungkung (21,6%).

        Makanan diawetkan : Prevalensi 4,1 %; tertinggi : Karang Asem (13,2%), Denpasar (5,7%)

        Sasaran proyek/target :

        - Wanita didaerah/desa dengan social ekonomi kurang

        - Untuk penyuluhan : wanita umur 12 – 60 tahun

        - Untuk pelayanan wanita umur 35 – 60 tahun

        - Pencapaian : 80 % dari populasi wanita di suatu desa.

        - Target penyuluhan 11.800 dan pelayanan IVA 3900 pada setiap kabupaten.

        Pemilihan lokasi penyuluhan dan pelayanan :

        - Memenuhi criteria sasaran/target serta dapat melanjutkan kegiatan kalau proyek telah selesai.

        Dana proyek S & T

        Dari belanda (kementerian luar negeri). Dana dipertanggung jawabkan berdasarkan “Unit Price : dana harus cukup untuk semua kegiatan untuk mencapai target (awareness, training, services)

        Sub Dit Kanker :

        Pada kesempatan ini disampaikan data factor-faktor risiko yang potensial menyebabkan kanker diantaranya : kebiasaan merokok, obesitas, gaya hidup tidak sehat (alkohol), sek bebas, pernikahan usia dini/menikah usia dini ditambah menikah lebih dari 1 kali.

        Penyakit kanker payudara termasuk dalam 10 besar penyakit (baik menular maupun tidak menular) di Provinsi Bali pada Tahun 2008. (berdasarkan data STP RS Sentinel).

        Dari data penyakit tidak menular selama 5 tahun, kanker payudara dan kanker cervix juga termasuk dalam 10 besar penyakit.

        Tujuan pengendalian penyakit kanker :

        Terselenggaranya pengendalian factor risiko untuk menurunkan agka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat kanker.

        Upaya pencegahannya :

        Primer : promosi dan edukasi pola hidup sehat, menghindari factor risiko ( Ex. Vaksinasi)

        Sekunder : Deteksi dini : tes pap, IVA, dll

        Prompt treatmen : krioterapi, LEEP, ceneblopsy, dll

        Tersier : Dalam pelayanan kesehatan.

        Kanker serviks , kanker leher rahim dan kanker payudara :

        Faktor risiko :

        Haid pertama pada usia < 10 tahun, berhenti haid (menopause) pada usia > 50 tahun, kehamilan pertama pada usia > 35 tahun, riwayat keluarg, tidak mempunyai anak, tidak menyusui, riwayat tumor jinak sebelumnya, berat badan berlebih, kebiasaan makan tinggi lemak dan kurang serat, perokok aktif dan pasif.

        Rencana kegiatan :

        Pembentukan jejaring lintas program/sector, melanjutkan sosialisasi dan advokasi serta peningkatan SDM

        Pengendalian penyakit kanker :

        Pencegahan primer :

        - Promosi dan edukasi pola hidup sehat, menghindari factor risiko seperti : Diet tidak sehat (kurang konsumsi buah & sayur, makanan berlemak, pengawet, dll)

        - Berat badan berlebih , obesitas dan Kurang aktifitas fisik

        - Faktor lingkungan: polusi udara, tanah, air, radiasi

        - Vaksinasi (untuk kanker yang dapat dicegah : HPV)

        Pencegahan sekunder : Deteksi dini dan pengobatan segera, Kanker leher rahim : IVA + Krioterapi, Pap smear, Kanker payudara dengan cara periksa payudara sendiri (sadari) dan clinical breast examination (CBE)

        Pencegahan tersier : Operasi, radiasi, kemoterapi dan paliatif.

        Hasil Diskusi :

        Program PCP telah mampu menjaring kasus kanker servik secara signifikan dan penguatan kemampuan petugas kesehatan dalam melakukan screening telah dipersiapkan dengan baik. Kelemahan dari program tersebut adalah bila dukungan dana dari pendonor (Belanda) selesai dikhawatirkan kegiatan tersebut tidak berlanjut sehingga perlu pengembangan system jejaring dan kerjasama antara stick holder terkait dalam mendukung upaya penanggulangan penyakit kanker di Bali.

        Untuk menanggulangi penyakit kanker di Indonesia perlu adanya upaya yang nyata dari masing-masing daerah di Indonesia dan Bali khususnya untuk melakukan advokasi kepada pemegang kebijakan dengan evidence based yang actual berdasarkan data-data yang dapat dipertanggungjawabkan.

        Pada pagi ini, jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Bali memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-44 tanggal 12 Nopember 2008, dengan tema “Rakyat Sehat Kualitas Bangsa Meningkat”. Peringatan HKN tersebut dilakukan secara sederhana dengan melaksanakan apel bendera di halaman instansi setempat yang diikuti oleh segenap staf dan pimpinan di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan UPT Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Rumah Sakit Indera, RSJP Bangli, Poltekes Denpasar, SMK (SMF) Saraswati, dan undangan lainnya.

         

        Dalam rangka peringatan HKN tersebut telah dilakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung dari tema HKN antara lain : pemeriksaan kesehatan masyarakat terpadu di Drwa Seraya Tengah Karangasem pada tanggal 9 Nopember 2008 dengan kegiatan pengobatan gratis, pemeriksaan mata, operasi katarak, operasi bibir sumbing dan penyuluhan kesehatan langsung kepada masyarakat setempat. Kegiatan tersebut dilakukan secara terpadu antara Dinas Kesehatan provinsi Bali, RSUP Sanglah, RS Indera, RS Jiwa, Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem dan unsure-unsur terkait lainnya.

         

        Selain kegiatan pengobatan, juga dilaksanakan gerak jalan sehat yang melibatkan 3000 peserta pada  tanggal 7 Nopember 2008, dengan peserta dari unsur jajaran kesehatan, unsur masyarakat, mahasiswa kesehatan dan anggota Pemuda Siaga Peduli Bencana (Dasipena) Bali. Setelah gerak jalan santai dilanjutkan dengan kegiatan donor darah dan pengobatan tradisional gratis bagi peserta tertentu di UPT Balai Pelayanan Kesehatan Komunitas di Renon.

         

        Pada tanggal 4 Nopember juga dilaksanakan kegiatan seminar yang mendukung tema HKN bertempat di UPT Balai Pengembangan Keterampilan Khusus Tenaga Kesehatan (BPKKTK) yang diikuti oleh jajaran kesehatan provinsi Bali dan Kabupaten/Kota dan pimpinan Puskesmas se-Bali.

         

        Sedangkan pada pagi hari ini, 4 Nopember 2008 dilakukan Apel bendera sebagai puncak Hari Kesehatan nasional ke-44, sebagai Pembina upacara Bapak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, bertempat di halaman Dinas Kesehatan Provinsi Bali dengan kegiatan penaikan bendera merah putih, penyerahan piala, piagam dan hadiah kepada para pemenang antara lain : lomba Puskesmas Berprestasi sebagai juara I diraih oleh Puskesmas Banjarangkan II, Kabupaten Klungkung, juara II Puskesmas II Denpasar Selatan Kota Denpasar, Juara III Puskesmas Sukawati I Kabupaten Gianyar. Untuk Lomba Tenaga Medis Teladan juara I  diraih oleh dr. Ni Luh Kt. Ayu Ratnawati dari Puskesmas Petang II kabupaten Badung, juara II dr. Lanawati dari Puskesmas II Denpasar Barat, Kota Denpasar dan juara II diraih oleh dr. Ida komang Upeksa dari Puskesmas Sukawati I Kabupaten Gianyar.

         

        Untuk Lomba Tenaga Keperawatan, juara I diraih oleh Ni Wayan Ardawani  dari Puskesmas II Denpasar Selatan Kota Denpasar, juara II Ni wayan Ekawati dari Pustu Menanga Kabupaten karangasem dan juara III Ni Ketut Eryani dari Puskesmas Klungkung I Kabupaten Klungkung.

         

        Untuk Lomba Tenaga Kesehatan Masyarakat, juara I diraih oleh Ni Nyoman Satri Mulyani dari Puskesmas Dawan II Kabupaten Klungkung, juara II diraih oleh I Ketut Suarjaya,SKM dari Puskesmas Karangasem II Kabupaten Karangasem dan juara III diraih oleh Ni Nyoman Ariani,ST dari Puskesmas II Denpasar Selatan Kota Denpasar.

         

        Lomba Tenaga Kesehatan Gizi, sebagai juara I diraih oleh I Made Okayana dari Puskesmas Baturiti II Kabupaten Tabanan, juara II diraih oleh I Made Asrawa dari Puskesmas`Mendoyo Kabupaten Jembrana dan Ni Ketut Asrini sebagai juara III dari Puskesmas Banjarangkan II Kabupaten Klungkung.

         

        Selain lomba diatas juga diadakan lomba Dokter Kecil Tingkat Provinsi Bali. Dalam lomba ini juara I diraih oleh I Putu Harum Semadi dari SDN I Duda Utara Kabupaten Karangasem, juara II diraih oleh Dewa Ayu Alit Darmayani dari SD No. 5 Kawan Bangli, dan juara III diraih oleh Ni Putu Citra Laksmi dari SD No. 1 Tuwed Kabupaten Jembrana. Sedangkan untuk Lomba Tanaman Obat keluarga (TOGA), sebagai juara I diraih oleh Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, juara II diraih oleh Desa Beraban Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan dan juara II diraih oleh Desa Nusa Sari Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana.

         

        Kepada semua pemenang lomba diberikan hadiah berupa piala dan piagam serta uang pembinaan. Pada kesempatan tersebut juga dibacakan pidato Menteri Kesehatan dalam rangka memperingati HKN Ke-44, yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Dalam pidato tersebut Menteri Kesehatan menekankan pentingnya meningkatkan kesehatan masyarakat karena akan dapat meningkatkan produktivitas yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup.

        dscn072700-hkn

        Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 44 tanggal 12 Nopember 2008 dengan tema “Rakyat Sehat Kualitas Bangsa Meningkat”, telah dilaksanakan salah satu kegiatan langsung kepada masyarakat yaitu Pelayanan Kesehatan Gratis Terpadu di desa Seraya Tengah Karangasem pada hari minggu tanggal 9 Nopember 2008.

         

        Kegiatan ini meliputi : operasi katarak, operasi bibir sumbing, pelayanan kesehatan jiwa, THT, mata, kandungan, kulit, PAP smear dan penyuluhan langsung kepada masyarakat, dengan sasaran 1.100 orang, berasal dari Desa Seraya Barat, Seraya Timur dan Seraya Tengah.

         

        Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Dinas Kesehatan Provinsi  Bali, RSUP Sanglah, RS Indra, RS Jiwa, KKP Tuban, Balai Besar POM dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem serta organisasi kesehatan IDI, IBI dan IAKMI

         

        Kepala Desa Seraya Tengah dalam laporannya menyambut baik dan menyampaikan ucapan terima kasih atas penyelenggaraan kegiatan ini.

        Bupati Karangasem dan unsur Muspida setempat serta Wakil Gubernur Bali juga berkesempatan hadir guna memantau kegiatan dimaksud.

         

        Disamping pelayanan kesehatan gratis juga dilakukan penyerahan bantuan 2 buah tandon air oleh Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Wilayah Bali.

         

        Rakyat Sehat Kualitas Bangsa Meningkat

         

        Kesehatan sebagai hak azasi dan investasi harus terus diperjuangkan oleh semua komponen masyarakat, karena rakyat sehat akan memberikan sumbangan nyata dalam meningkatkan daya saing bangsa dalam era globalisasi.

         

        Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November diharapkan dapat mengingatkan  kita semua betapa pentingnya kesehatan untuk peningkatan kualitas hidup kita yang pada gilirannya kualitas bangsa meningkat.

         

        Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang tahun 2008 ini bertemakan “Rakyat Sehat Kualitas Bangsa Meningkat’ mengandung arti bahwa kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat haruslah dimiliki oleh seluruh masyarakat. Rakyat sehat sebagai kekuatan negara merupakan bagian dari ketahanan nasional, sebagai wujud keuletan dan ketangguhan suatu bangsa dimana antara lain penduduknya memiliki derajat kesehatan yang tinggi baik fisik, mental dan sosial serta memiliki produktifitas yang tinggi. Dengan produktifitas yang tinggi diharapkan akan meningkatkan kualitas bangsa.

         

        Untuk mendukung tema HKN ke-44 khususnya di Provinsi Bali, kegiatan diarahkan dalam bentuk pelayanan kesehatan secara langsung bagi masyarakat yang membutuhkan,baik yang bersifat preventif dan promotif, seperti : pemeriksaan kesehatan masyarakat terpadu di Desa Seraya Tengah Karangasem pada tanggal 9 November 2008 dengan kegiatan : pengobatan gratis, pemeriksaan mata, operasi katarak, operasi bibir sumbing dan penyuluhan kesehatan langsung kepada masyarakat setempat yang dilaksanakan secara terpadu antara Dinas Kesehatan Provinsi Bali, RSUP Sanglah, RS Indera, RS Jiwa, Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem dan unsur-unsur terkait lainnya.

         

        Disamping itu, juga dilaksanakan kegiatan massal lainnya, seperti : gerak jalan sehat yang melibatkan 3000 peserta pada tanggal 7 November 2008, terdiri dari jajaran kesehatan, unsur-unsur masyarakat, Mahasiswa Kesehatan dan anggota Pemuda Siaga Peduli Bencana (Dasipena) Bali, yang diselingi dengan kegiatan donor darah dan pengobatan tradisional gratis bagi peserta tertentu di UPT Balai Pelayanan Kesehatan Komunitas di Jalan Cut Nya Dien No. 1 Renon-Denpasar.

         

        Kegiatan penunjang lainnya adalah Seminar  yang mendukung tema HKN Rakyat Sehat Kualitas Bangsa Meningkat yang akan dilaksanakan tanggal 4 November 2008, bertempat di UPT Balai Pelatihan Keterampilan Khusus Tenaga Kesehatan (BPKKTK) di Jalan Gemitir Biaung-Denpasar, diikuti oleh jajaran kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota dan pimpinan Puskesmas se-Bali.

         

        Kegiatan rutin lainnya tetap dilaksanakan seperti : penilaian tenaga kesehatan teladan (dokter teladan, Paramedis teladan, Tenaga Gizi, Tenaga Kesehatan Masyarakat), Puskesmas berprestasi, lomba taman obat keluarga.

         

         Dan sebagai puncak acara akan dilaksanakan Apel Bendera Hari Kesehatan Nasional ke-44 pada tanggal 12 November 2008, bertempat di halaman Dinas Kesehatan Provinsi Bali dengan kegiatan penaikan bendera merah putih, penyerahan piala, piagam dan hadiah kepada para pemenang lomba tersebut di atas.

         

        Melalui Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-44 ini diharapkan dapat menggaungkan pesan-pesan kesehatan dalam mempercepat perwujudan Rakyat Sehat sebagai bentuk kemandirian masyarakat yang hidup bersih dan sehat menuju kualitas bangsa yang bermartabat.

         

         
        Follow

        Get every new post delivered to your Inbox.