RISET KESEHATAN DASAR (RISKESDAS) 2010
Latar belakang pelaksanaan Riskesdas adalah bahwa Hasil Riskesdas 2007 telah dimanfaat dengan baik untuk perumusan kebijakan kesehatan baik ditingkat pusat, provinsi dan kabupaten; Presiden RI akan menyajikan hasil pencapaian target MDGs pada KTT MDGs di New York bulan September 2010; Belum seluruh data yang dibutuhkan untuk mengukur kemajuan pencapaian MDGs kesehatan tersedia; Perlu disediakan informasi yang berbasis masyarakat untuk mengakseselerasi pencapaian target MDGs Kesehatan.
Bagaimanakah status pencapaian target MDGs kesehatan Indonesia pada tahun 2010 di tingkat nasional dan provinsi ? dan Bagaimanakah perkembangan factor-faktor yang dapat mempengaruhi status pencapaian target MDGs kesehatan Indonesia di tingkat Nasional dan Provinsi ? Untuk menjawab pertanyaan ini maka dilaksanakanlah Riskesdas 2010 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.
Secara umum Riskesdas bertujuan untuk memperoleh gambaran pencapaian target MDGs kesehatan Indonesia pada tahun 2010 di tingkat nasional dan provinsi, serta secara khusus bertujuan untuk : (a) Menilai status pencapaian target MDGs kesehatan Indonesia pada tahun 2010 di tingkat nasional dan provinsi, (b) Memperoleh gambaran factor-faktor yang dapat mempengaruhi status pencapaian target MDGs kesehatan Indonesia di tingkat nasional dan provinsi.
Adapun tujuan dan indikator MDGs dalam Riskesdas 2010 adalah
1) Menanggulangi kemiskinan dengan indikator Prevalensi Balita Kurang gizi, proporsi penduduk dg konsumsi makan<2100 kkal, (2) Mencapai Diknas untuk semua dengan indikator tidak ada (oleh BPS), (3) Mendorong keselarasan Gender : tidak ada (oleh BPS), (4) Menurunkan kematian dengan indicator tidak ada (oleh BPS), (5) Meningkatkan kesehatan ibu dengan indikator proporsi pertolongan kelahiran oleh nakes dan angka pemakaian kontrasepsi, (6) Memerangi HIV/AIDs, Malaria dan Penyakit Menular lainnya dengan indicator penggunaan kondom, pengetahuan HIV, prevalensi malaria, cara pencegahan efektif malaria, cara pencegahan efektif malaria(tidur dengan kelambu), prevalensi TB.
Disain dan Lokasi Riskesdas : Potong lintang menggunakan kerangka sample Blok Sensus (BS) yaitu kumpulan rumah tangga (ruta) 80-130 ruta per BS; Populasi sample adalah rumah tangga di Indonesia, random 25 Ruta dari BS terpilih; Seluruh Provinsi tercakup (33 Provinsi).
Teknik Pemilihan Sampel & Prosedur Estimasi : Probability Sampling : two – stage sampling; Tahap 1. : Blok sensus dipilih dengan cara probability proportional to size (PPS) sampling, dg size banyaknya rumah tangga dalam blok sensus; Tahap 2: Di setiap blok sensus dipilih 25 rumah tangga secara systematic sampling.
Tatacara pengambilan sample Rumahtangga (Ruta) : (1) BPS melakukan pemilihan sample BS, (2) Petugas BPS melakukan listing rumah tangga (nama kepala ruta dan jumlah ART) pada BS terpilih, (3) Ketua tim puldata memilih 25 ruta secara sistematik random sesuai pedoman.
Lama hari kerja pengumpulan data : 1 Tim menyelesaikan 3 ruta per hari;1 tim menyelesaikan 3 BS,Jumlah harikerja=3 BSX25 ruta:3=25 hari.
Data dikumpulkan di tingkat: (1)Rumah tangga : Keterangan ART, pendidikan, pekerjaan, fasilitas pelayanan kesehatan, sanitasi lingkungan, pengeluaran RT, (2) Individu : Penyakit menular (malaria, TB), pengetahuan/sikap/perilaku (HIV, pencegahan TB, pencegahan malaria, penggunaan tembakau), Kes. Anak (Yankes, Immunisasi, ASI/MPASI), Kesehatan Ibu (Kes. Reproduksi), konsumsi makanan individu, (3) Pengukuran/pemeriksaan : BB/TB, darah (malaria) dan dahak (TB).
Data Riskesdas 2010 adalah : (1) Pemeriksaan darah di lapangan untuk diagnosis malaria (semua umur), dan pemeriksaan dahak di laboratorium Puskesmas Rujukan Mikroskopis (PRM) (15 tahun ke atas), (2) Informasi yang dihasilkan menggambarkan nasional/provinsi (indicator MDGs), hanya tingkat nasional (diagnosis laboratorium).
Agenda Riskesdas 2010 : Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal : 25 Mei s/d 25 Juni 2010 dilanjutkan dengan kegiatan penyusunan draf laporan awal, seminar, penyusunan laporan akhir dan desiminasi pada tanggal 28 Juli s/d 2 Agustus 2010.
Untuk mensukseskan pelaksanaan Riskesdas 2010 khususnya di Provinsi Bali diharapkan peran serta masyarakat dan semua pihak yang terkait dijajaran kesehatan baik ditingkat kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi.