
Penyajian informasi kesehatan di berbagai tingkat administrasi sangat diperlukan sehingga diadakan rapat koordinasi pengembangan system informasi manajemen puskesmas. Sementara itu, opersaionalisasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) dalam menyediakan data dan informasi di bidang kesehatan yang sesuai denagan kebutuhan, akurat, lengkap mutahir dan tepat waktu memerlukan tenaga pengelola data dan informasi yang terampil dan profesional.
Profesionalisme tanaga pengumpul, pengolah dan analisis data sangat diperlukan sehingga perlu diberikan pedoman (guideline) yang telah ditetepkan secara nasional sebagai penunjang.
Salah satu paket penyajian data/informasi kesehatan yang merupakan luaran utama dari pengolahan data dan informasi adalah profil kesehatan, selain itu penyajian data dan informasi dapat juga tersaji melalui media elektornik berbasis teknologi informasi dalam bentuk website, yang telah dapat diakses melalui :http://www.siknasonline.go.id. Melalui media ini dapat dilakukan pengiriman data secara nasional, dimana media ini menyangkut laporan eksekutif, komunikasi data, dan Standar Pelayanan Minimal serta Pengisian data Dasar Puskesmas.
Untuk memperkuat sistem informasi manjemen pada tingkat puskesmas telah dikembangkan sistem informasi puskesmas (SIK) diseluruh kabupaten di Provinsi Bali, namun belum seluruh puskesmas menggunakan sistem tersebut yang disebabkan oleh beberapa kendala dilapangan. Dengan kebutuhan data tingkat nasional dan provinsi maka diperlukan penguatan manajemen Sistem Informasi Puskesmas.
Dalam rangka penyamaan persepsi pengembangan sistem informasi manajeman puskesmas di tingkat kabupaten yaitu dalam melakukan pengumpulan, pengolahan, interpretasi dan analisis data serta pemanfaatan media online tersebut maka perlu dilakukan rapat koordinasi yang diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sama dalam pengembangan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas di tingkat kabupaten.
Peserta pertemuan terdiri dari peserta Provinsi dan Kabupaten, beserta para nara sumber dari Pusat data Dan Informasi Departemen Kesehatan . Tempat pertemuan di Hotel Puri Dibia Kuta selama 3 (tiga) hari pada tanggal 28-30 Oktober 2009.
Hasil pertemuan tersebut adalah
- Kebijakan desentralisasi mengharuskan daerah dapat merumuskan kebutuhan informasi sendiri
- Dalam rangka perumusan ini, diharapkan melakukan analisis terhadap kebutuhan informasi berdasarkan fungsi manajemen
- Perumusan tersebut akan ditetapkan menjadi rencana kerja pengembangan
- Hambatan
- Otda, khususnya dalam aplikasi kebijakan Sistem Informasi di tingkat provinsi
- Masih diperlukan catatan Rekam medik, sehingga kegiatan ini menjadi kerja dua kali (Sistem ini dianggap beban kerja tambahan)
- Kurangnya dukungan kabupaten dalam pengembangan SIK Puskesmas
- Kendala
- Belum dialokasi dana yang cukup untuk pengembangan SIK puskesmas di kabupaten
- Sumber daya yang terbatas di puskesmas.
- Penggunaan SIK ini berakibat pada meningkatnya biaya operasional di tingkat puskesmas