PENDAHULUAN
Latar belakang
Perawat adalah sebagai salah satu unsur sumber daya kesehatan ikut memiliki peranan penting, kesiapan para perawat di Puskesmas hendaknya ditunjang oleh sikap, pengetahuan dan keterampilan yang memadai serta informasi yang cukup adalah menunjang tercapainya tujuan program kesehatan sehingga dipandang perlu memberikan masukan awal kepada para perawat yang akan ditugaskan di Puskesmas melalui pelatihan pra tugas perawat di Puskesmas, agar mereka dapat bekerja secara optimal.
Filosofi Pelatihan
Program pelatihan yang dirancang untuk pra tugas perawat diarahkan untuk :
Meningkatkan kualitas dari pelaksanaan upaya peningkatan kesehatan masyarakat, Pengembangan karier paserta sebagai aparatur, Mengembangkan dan meningkatkan organisasi dalam melaksanakan peningkatan kesehatan masyarakat., Mengembangkan seluruh aspek yang mempengaruhi kompetensi peserta meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap, Kemampuan yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan dapat dimanfaatkan pada sistem pembinaan karier pegawai.
TUJUAN PELATIHAN
Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan memiliki pengetahuan yang memadai untuk melaksanakan program-program kesehatan di Puskesmas.
Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah mengikuti pelatihan diharapkan peserta:
Memahami kebijakan pelayanan keperawatan, Memahami kode etik keperawatan, Memahami konsep keperawatan, Mampu menerapkan program P2MPL, Memahami konsep asuhan keperawatan keluarga, Mampu menerapkan konsep asuhan keperawatan keluarga dan gizi, Memahami dan mampu melaksanakan: promosi kesehatan (Konsep Desa Siaga dan Advokasi pelayanan keperawatan), Mampu melaksanakan konseling pada kleinnya, Mampu melaksanakan jaminan mutu pelayanan kesehatan, Memahami manajemen program Puskesmas (home care), Memahami tentang jabatan fungsional perawat.
PELAKSANAAN KEGIATAN
PESERTA
Perawat yang bertugas di Puskesmas di seluruh Provinsi Bali dengan jumlah sebanyak 30 orang dengan rincian sebagai berikut: Buleleng 5 orang, Tabanan 5 orang, Badung 9 orang, Bangli 7 orang, Klungkung 2 orang dan Karangasem 2 orang.
FASILITATOR
Sebagai pelatih dan nara sumber pada pelatihan Pra Tugas Perawat adalah: Widyaiswara UPT-BPKKTK Denpasar, Pejabat Struktural Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dosen POLTEKES Jurusan Keperawatan Denpasar
METODE PELATIHAN
Ceramah tanya jawab, Diskusi, Penugasan, Simulasi, Praktek Kerja Lapangan
MATERI PELATIHAN
Materi Dasar (MD) : Kebijakan pelayanan keperawatan, (2 JPL), Kode Etik keperawatan, (2 JPL)
Materi Inti (MI) : Konsep dan Manajemen Program Puskesmas (2 JPL), Jaminan mutu pelayanan kesehatan, (3JPL), Home Care, (2 JPL), Program P2MPL, (2JPL), Konsep asuhan keperawatan keluarga, (2 JPL), Program Kesehatan Keluarga, (2 JPL) , Program Gizi, (2 JPL), Promosi Kesehatan (Konsep Desi, Advokasi Yan Kep. (2 JPL), Konseling, (2 JPL), Pengelolaan Obat (2 JPL)
Materi Penunjang (MP) : BLC, (2 JPL), RTL, (2 JPL), Jafung perawat dan Pola Diklat (2 JPL)
Lain-lain : Pre dan Post Test, (2 JPL), PKL dan seminar, (7 JPL)
TEMPAT DAN WAKTU
Pelatihan dilaksanakan selama 5 (lima) hari, 40 JPL @ 45 menit mulai dari tanggal 8 sampai dengan 12 Juni 2009, tempat pelatihan di UPT-BPKKTK Dinas Kesehatan Provinsi Bali, jalan gemitir no. 135 Kesiman Kertalangu Denpasar Timur.
PEMBIAYAAN
Sumber biaya pelatihan pra tugas perawat Puskesmas berasal dari DPA UPT BPKKTK, Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2009
EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN
TERHADAP PESERTA PELATIHAN
Untuk mengetahui tingkat penguasaan materi pelatihan, maka peserta pelatihan dievaluasi dengan menggunakan Pre dan Post test dengan soal pilihan ganda sebanyak 40 soal dengan hasil :
Pre tes
Nilai tertinggi : 75, Nilai terendah : 47,5, Rerata Kelas : 61,8
Post test
Nilai tertinggi : 87,5, Nilai terendah : 67,5, Rerata kelas : 78,3
TERHADAP PENYELENGGARA
Akomodasi dan konsumsi
Secara umum peserta menyatakan bahwa penyediaan akumodasi dan komsumsi sudah sangat bagus, hanya sebagian kecil saja menyatakan bahwa konsumsi kurang kebalian dan sayur sering kekurangan.
Sarana belajar dan pelayanan panitia
Sarana belajar dan pelayanan penitia sudah cukup bagus, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, ada hal yang perlu diperhatikan yaitu, waktu pembuatan laporan hasil PKL sangat pendek dan terkesan terburu-buru,
Uang saku dan transportasi
Perlu adanya upaya untuk pengadaan uang saku dan transportasi sesuai dengan kebutuhan pasar sebagai salah satu motivasi dalam pelaksanaan pelatihan.
KESIMPULAN
Peserta pelatihan dinyatakan lulus semua dan memperoleh sertifikat dengan jumlah 40 JPL senilai 1 kredit
SARAN
Untuk pelatihan pratugas yang akan datang agar diusahakan uang saku dan transport bagi peserta pelatihan.