PELATIHAN PRATUGAS DOKTER
SE PROVINSI BALI TAHUN 2009
Pendahuluan
Visi pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini termasuk pula di Propinsi Bali adalah dimasa depan masyarakat dapat hidup dalam lingkungan sehat dan berperilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi – tingginya. Untuk mencapai hal tersebut diatas, petugas Puskesmas selaku petugas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat mempunyai peran yang sangat penting sebagai fasilitator diwilayah kerjanya.
Dokter yang bertugas di Puskesmas merupakan tenaga – tenaga fasilitator yang besar peranannya untuk mencapai cita – cita tersebut diatas. Disamping itu, mereka juga berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan melalui pelaksanaan program – program pokok Puskesmas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diatas, pemerintah telah mengangkat tenaga dokter sebagai Pegawai Tidak Tetap. Sebagian diangkat menjadi Pengawai Negeri Sipil.
Agar mereka dapat melaksanakan tugasnya secara optimal, dipandang perlu memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan yang terkait dengan pelaksanaan program pokok Puskesmas.
Tujuan Pelatihan
A. Tujuan Pembelajaran Umum :
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta memahami program Puskesmas yang seyogyanya diterapkan di Puskesmas tempat tugas masing masing.
B. Tujuan Pembelajaran Khusus :
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta memahami tentang : Kebijakan Pembangunan Kesehatan Propinsi Bali, Pelaksanaan Pemerintahan Daerah berdasarkan UU no.32 tahun 2004., Etika Profesi Dokter, Program-program Puskesmas dan sistem Rujukannya., Program UKM dan UKP., Konsep Dokter Keluarga., Promosi Kesehatan., Program KIA dan Gizi., Program Pencegahan,Pengamatan dan Penanggulangan Penyakit , Program Kesehatan Lingkungan, Sistem Informasi Puskesmas., Jamkesmas., Pengelolaan Obat di Puskesmas.
PELAKSANAAN KEGIATAN
PESERTA
Peserta adalah Dokter Umum yang ditetapkan sebagai Dokter Umum Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pengangkatan tahun 2008 dan PTT pengangkatan tahun 2008 yang bertugas di Puskesmas seluruh Bali.
Jumlah peserta yeng direncanakan berjumlah 40 orang, dan yang datang berjumlah 40 orang.
FOTO
FASILITATOR
Fasilitator dalam pelatihan ini adalah : Pejabat struktural di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Widyaiswara pada unit UPT – BPKKTK, Organisasi profesi (IDI)
METODE PELATIHAN
Metode pelatihan lebih diutamakan pada upaya yang dapat mendorong peran aktif peserta dengan memberi kesempatan pada peserta untuk dapat belajar sambil berbuat, sehubungan dengan hal tersebut, metode pelatihan yang dipergunakan adalah : Ceramah, .Tanya jawab, Diskusi,, Praktek kerja lapangan dilaksanakan di Puskesmas Klungkung I, Puskesmas Mengwi I dan Puskesmas II Denpasar Barat.
MATERI PELATIHAN
Materi pelatihan meliputi :
| Materi Dasar |
| Kebijakan Pembangunan Kesehatan Propinsi Bali. |
| Pelaksanaan Pemerintahan Daerah berdasarkan UU no.32 tahun 2004 |
| Etika Profesi Dokter |
| Materi Inti : |
| Program-program Puskesmas & Sistem Rujukan |
| Program UKM dan UKP |
| Konsep Dokter Keluarga |
| Promosi Kesehatan |
| Program KIA |
| Program Gizi |
| Program Penyehatan Lingkungan |
| Kebijakan Program P2PL |
| Program Pencegahan dan Pengamatan Penyakit |
| Program Penanggulangan Penyakit |
| Jamkesmas |
| SIMPUS |
| Pengelolaan obat |
| Materi Penunjang : |
| Pre-test dan Post test |
| Dinamika Kelompok (BLC) |
| Persiapan PKL dan PKL |
| Seminar Hasil PKL |
TEMPAT DAN WAKTU
Waktu Pelatihan
Pelatihan dilaksanakan selama 5 ( lima ) hari ( 40 jpl @ 45 menit ) pada tanggal : 4 s/d 8 Mei 2009
Tempat Pelatihan
Pelatihan dilaksanakan di UPT – BPKKTK Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Jalan Gemitir No. 135, Biaung, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.
PEMBIAYAAN
Pelatihan Pra Tugas Dokter ini adalah DPA SKPD UPT-BPKKTK Diskes Provinsi Bali tahun 2009.
EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR
EVALUASI TERHADAP TESERTA
Evaluasi dilaksanakan terhadap peserta dengan menggunakan : Pre test dan pos test, hasilnya sebagai berikut :
Pre Test :
Tertinggi : 82,5
Terendah : 50
Rata-rata : 65
Post Test :
Tertinggi : 90
Terendah : 70
Rata-rata : 81
EVALUASI PENYELENGGARAAN
Penilaian peserta terhadap penyelenggaraan pelatihan, meliputi :
Pelayanan Panitia :
Pelayanan umum terhadap peserta : yang menyatakan amat baik, 10 %, yang menyatakan baik, 75 %, yang menyatakan cukup. 15 %, sedangkan yang menyatakan kurang adalah, 0 %.
Peserta mohon diberikan uang saku dan transport, karena mereka datang ketempat pelatihan memerlukan transport, dan meninggalkan keluarga untuk mengikuti pelatihan.
Fasilitas Belajar :
Penyediaan alat bantu belajar : Yang menyatakan amat baik, 5 %, yang menyatakan baik, 35 %, yang menyatakan cukup 37,5 %, sedangkan yang menyatakan kurang, 10 %. Kenyamanan ruang belajar : yang menyatakan amat baik, 10 %, yang menyatakan baik, 50 %, yang menyatakan cukup, 35 %, sedangkan yang menyatakan kurang adalah 5 %.
Konsumsi :
Siklus Menu, Yang menyatakan amat baik, 7,5 %, yang menyatakan baik, 45 %, yang menyatakan cukup, 45 % sedangkan yang menyatakan kurang, 2,5 %.
Akomodasi :
Kebersihan kamar tidur dan tempat tidur : yang menyatakan amat baik, 2,5 %, yang menyatakan baik, 45 %, yang menyatakan cukup, 37,5 % sedangkan yang menyatakan kurang, 5 %.
Kebersihan Asrama di luar kamar tidur : yang menyatakan amat baik, 0 %, yang menyatakan baik, 27,5 %, yang menyatakan cukup, 45 %, sedangkan yang menyatakan kurang, 5 %.
EVALUASI TERHADAP FASILITATOR
Hasil penilaian yang dilakukan oleh peserta terhadap fasilitator, selama pelatihan sebagai berikut :
50 % peserta menyatakan bahwa metode pembelajaran dengan metode ceramah, tidak efektif lagi, sebaiknya fasilitator lebih banyak menggunakan metode diskusi kelompok dengan pembahasan kasus-kasus terkini, sehingga peserta bisa jauh lebih aktif dan tidak membosankan.
10 % Fasilitator sudah cukup bagus dan perlu ditingkatkan.
KESIMPULAN
Kegiatan Pelatihan Pratugas Dokter Se-Provinsi Bali sudah dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Peserta dinyatakan lulus semua dan memperoleh sertifikat pelatihan dengan jumlah jam 40 jpl senilai 1 kredit.
SARAN
Perlu dipenuhi permintaan peserta, yakni adanya uang saku dan transport selama mengikuti pelatihan, karena mereka sudah meninggalkan keluarga dan untuk datang ke tempat pelatihan memerlukan transport.